
watchout
Simpul mati yang pertama adalah si tampan bernama maisyah, whew keren juga ya namanya pakai “es” dan “ye”, status simpul ini sudah lampu merah semenjak beberapa tahun lalu, tapi dasar geblek, si ikan teri ini justru masih jalan terus, padahal jelas-jelas lampu merah sudah menyala dengan terangnya. Cuek bebek kali, duh kepengen meregang nyawa tuh ikan teri. Kesian juga sih ngeliatnya…….Badan kecil, dmakan gak kenyang, justru ngrepotin masaknya ngabisin minyak, abis dipake minyaknya gak bisa dipake lagi kan kecuali untuk goreng ikan teri juga…benar-benar ngrepotin istilah jawanya “mbuwak mbuntel”….!!!
Simpul lainnya adalah si cantik bernama syahwat, whoaw tak kalah keren namanya, pake “ye” dan “ha” masih ditambah “we” pula. Si cantik ini bak orang munafik seperti musuh dalam selimut, sedikit demi sedikit merongrong dari dalam, merusak secara perlahan tapi pasti, tak kalah bahayanya dari si tampan maisyah. Mau dimusnahkan tidak bisa, sudah berurat akar dengan simpul yang sangat kuat, sumpul mati jalinan iblis dari neraka yang paling dalam, mau dibiarkan malah membinasakan dengan kebinasaan yang tidak tanggung tanggung.
Walhasil akhirnya si ikan teri pun mikir juga, kedua simpul ini masih juga belum ada solusinya, belum bisa dilepaskan sama sekali, sementara jeratan keduanya semakin bertambah kuat dan badan semakin lemah karenanya. Terpikir untuk sedikit mengurangi penderitaan dan sedikit mengurangi beban yang ada, jika tidak bisa keduanya maka setidaknya satu saja, setidaknya tidak jatuh kedalam lubang dua kali karena jatuh sekali saja sudah sangat menyakitkan, mim babil aula dua kali. Satu jeratan jaring sudah sangat menyakitkan, menyayat-nyayat kulit dan daging, perih tak terperi bagaimana hal nya dua kali jeratan. Sedikit demi sedikit ikan teri nan mungil ini mulai berusaha melepaskan diri nya dari jeratan simpul cakar iblis yang merobek-robek dagingnya, jika tidak bisa dua maka satu dulu harus lepas, jangan sampai ketiban durian dua kali, rugi nian jika sudah terjerat satu masih terjerat juga simpul mati yang lain, sudah jatuh terhimpit tangga, babak belur pula.
Kasihan sekali nih ikan teri, kalau jumlah mu banyak bolehlah kau ke pasar untuk dijual dan berakhir di penggorengan, lumayan ada manfaatnya tak rugi masaknya, lha ini cuman satu biji, kecil, kurus kering, jelek pula…..duuuuhh….semoga Alloh menolongmu wahai ikan teri, teruslah berusaha niscaya pertolongan Alloh itu dekat. Dan Alloh Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamb-hambaNya.
Posted by Abdul Basith on March 15, 2009 at 12:37 am
Kayaknya yang realistis dilakukan adalah keluar dari jeratan yang kedua, karena ada janji-Nya bakal menolong ikan-ikan teri yang tidak mampu setelah keluar dari jerat yang kedua tersebut. Yuk cepet-cepetan keluar dari jeratan yang kedua..
Posted by keherananku on March 16, 2009 at 7:38 am
wah tumbu ketemu tutup, gayung bersambut….hayuukkk…….!!!!
Posted by Abdul Basith on March 20, 2009 at 9:58 am
Dadi kapan..??