Ada yang pernah bilang kepada saya, bahwa seorang caleg dari salah satu parpol jika sukses menjadi anggota legislatif harus bayar sejumlah uang (dalam satuan juta rupiah). Kemudian ada juga yang pernah bilang kepada saya bahwa dalam pemilihan anggota legislatif itu kan setiap parpol mempunyai beberapa calon mulai nomor urut satu dst kebawah, nah semakain kecil nomornya maka semakin besar uang yang harus dibayar, jika “setoran” nya kurang maka akan turun tingkat alias turun nomor urutannya. Katanya hal ini untuk membiayai kegiatan parpol itu sendiri, mulai dari administrasi, sampai kampanye….? Ada yang bisa memberitahukan, sebenarnya bagaimana ya keuangan parpol itu, sumber nya dari mana, pengelolaannya bagaimana…?
Kemudian, kalau seorang celeg mau berkampnaye, tentu butuh paling tidak mengenalkan diri kepada masyarakat dahulu. Hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan spanduk, pamflet, atau selebaran, bahkan dengan iklan di televisi yang tentunya semuanya itu ada biayanya dan bukan dalam jumlah yang sedikit tentunya. Nah dana untuk kampanyi itu asalnya dari mana ya..? apa dari pribadi caleg, dari parpol, atau ada sumber lain…? ada yang punya informasi….?
Kemudian lagi, pernah saya mendengar di televisi seorang ketua umum parpol berkomentar saat ditanya wartawan tentang ramainya artis dan orang yang sering “nongol” di televisi menjadi caleg (termasuk partai yang diketuainya)…..” itu kan saling menguntungkan kedua belah pihak…….” ada yang tau maksudnya apa ya…..?