Akhir-akhir ini kita menjumpai fenomena yang sangat aneh, mungkin yang aneh dari yang paling aneh. Sudah dimaklumi bersama bahwa kewajiban seorang wanita muslimah dalam hal pakaian adalah menutup seluruh aurot nya yaitu seluruh badannya kecuali wajah dan telapak tangan dengan jilbab yang syar’i. Karena ini adalah perintah dari Robb mereka dan merupakan ibadah, tentu Agama Islam yang hanif ini telah mengatur tata caranya. Sebagaimana tidak asing lagi ketentuan dalam hal jilbab yang syar’i ini antara lain adalah :
1. Menutup seluruh anggota badannya kecuali yang dikecualikan yaitu wajah dan kedua telapak tangannya;
2. Longgar tidak sempit dan ketat;
3. Tebal tidak tipis;
4. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir;
5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki;
6. Bukan bersifat sebagai perhiasan atau pakaian syuhroh (pakaian untuk menarik perhatian manusia/pakaian popularitas),
Keterangan lebih lengkap mengenai masalah ini dapat dibaca pada buku “..Jilbab wanita muslimah..” karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani (semoga Alloh merahmatinya), yang sudah diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit At Tibyan, Solo.
Jika sebuah jilbab sudah memenuhi kriteria diatas, barulah label “jilbab syar’i” dapat diberikan kepadanya. Dan ini sangat sedikit sekali pada zaman sekarang, kebanyakan adalah jilbab gaul, jilbab profesi atau sekedar kebaya adat saja, belum terpenuhi persyaratan-persyaratan di atas.
Tapi okelah kita hargai keinginan mereka untuk melaksanakan kewajiban dan perintah Robb mereka demi kemaslahatan mereka sendiri, karena tidaklah suatu perintah melainkan mengandung maslahat bagi manusia bila dikerjakan dan tidaklah suatu larangan itu melainkan mengandung madhorot bagi manusia bila dikerjakan baik diketahui oleh manusia maupun tidak, karena tidaklah diberikan ilmu kepada manusia melainkan dalam jumlah yang sedikit. Munculnya fenomena ini cukup mengganggu, dan sangat aneh bin ajaib. Banyak kita jumpai jilbab (versi mereka) dengan kain yang hanya sampai siku lengan saja dan atau sampai lutut saja, kemudian lengan tangan dari siku ke bawah dan betis dari lutut ke bawah ditutup dengan menggunakan kain tipis semacam stoking, manset (?), atau kaus kaki…!!?!. Jika mereka-mereka ini ditanya dengan kondisi pakaian mereka, mereka menjawab….”..kan sudah menutupi, jadi sudah mencukupi kan….?….”…innalillahi wa inna ilaihi rojiun……sungguh telah begitu langka ilmu agama Islam di kalangan orang Islam sendiri, benarlah sabda Rosululloh lima belas abad yang lalu, …”sesungguhnya agama Islam ini datang dalam keadaan yang asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana kedatangannya” (atau sebagaimana sabda Rosululloh)…Tidak taukah mereka akan tata cara berjilbab dan jilbab yang bagaimana yang benar sesuai syariat…? …..”..Lho kan jilbab mereka sendiri sudah tidak syar’i, jadi pasti mereka tidak tau ketentuan syariat mengenai jilbab ini….”, benar juga ya….
Tapi tunggu dulu, seandainya mereka mau berpikir, sedikit saja, sedikit dari yang paling sedikit……..bukankah betis dan lengan itu sama hukumnya dengan anggota badan yang lain misalnya dada dan paha dalam artian merupakan aurot yang wajib ditutup…? pastilah mereka akan menjawab “…benar …” jika demikian mengapa dibedakan penggunaan jilbab nya yang satu menggunakan kain dan yang lain menggunakan stoking, yang satu agak tebal (mendingan lah) dan yang satu tipis dan melekat….? mengapa tidak sekalian saja seluruh badan termasuk dada dan paha menggunakan kain yang sejenis nya, yaitu stoking, manset, atau apalah namanya kain yang tipis, ketat, dan melekat pada badan dan kelihatan dengan jelas lekuk-lekuk badannya. Jadi nantinya seluruh badan menggunakan kain semisal yang digunakan pada lengan dan betis nya….bukankah jika menurut pendapat kalian ini sudah menutup dan sudah mencukupi..? Jawablah wahai saudariku muslimah………..!? Mengapa kalian tidak mengenakan pakaian yang sedemikian itu, seluruh aurot menggunakan kain tipis, ketat, dan melekat, kelihatan dengan jelas lekuk-lekuk badannya……?!
Kalau engkau menjawab “..tidak bisa, malu…”, maka sungguh saya harap engkau mau kembali dan meninggalkan pakaian jelekmu itu, dan kenakanlah pakaian syar’i, demi kemaslahatanmu sendiri. Jika engkau menjawab “….itu bisa juga yang penting sudah menutup aurot..”, maka saya bawakan sabda Nabi kita yang mulia lima belas abad yang lalu yang kurang lebih bunyinya …”….jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu…” (atau sebagaimana Rosululloh bersabda).
Semoga Alloh senantiasa menghidupkan dan mematikan kita di atas Islam dan Sunnah sohihah di atas pemahaman Salaful Ummah.

Posted by dj4br1k on September 1, 2008 at 3:23 am
Halah…
Sampeyan dhewe gak jilbaban ngono….
Pisss…
Posted by keherananku on September 2, 2008 at 1:39 am
he..he…bener…..
lha wong cowok……..
Posted by ihsan on February 1, 2009 at 1:50 am
yang aneh sekarang tak hanya cara pakainya, tapi kelakuannya juga pada aneh. Masak udah jilbapan tapi kok pergaulannya bebas amat sama lain jenis. Masyaalloh.
Posted by tika on March 3, 2009 at 6:07 am
mungkin aq salah satu dari wanita-wanita itu…..
dulu, aq punya prinsip, kenakan jilbab besar atau tidak sama sekali…
tapi ternyata tak semudah itu, maaf….bagi wanita mengenakan jilbab yang sesuai syar’i bukan hal yang mudah lo…..
tapi saya pengen mengenakan jilbab, saya pengen juga berbeda dengan orang2 kafir….
makanya, saya blajar mulai dari sekarang, dengan prinsip mending pake jilbab walaupun tidak selebar akhwat2, daripada tidak mengenakan sama sekali….
jadi tolong yah…. hargai mereka, hargai saya yang sedang belajar…
jangan asal mengkritik aja….
mending anda ngurusin wanita2 yang sama sekali masih blum mengenakan jilbab ….
jangan yang udah mencoba pakai jilbab malah dihina dina….
kasian,,,, jangan kecewakan mereka…..
dukung mereka terus supaya jadi lebih baikkkkk…
oke… saya yakin anda pahammm
Posted by keherananku on March 16, 2009 at 7:37 am
Kalau soal menghargai tentu kita hargai dan ini sudah disebut diatas bukan…?
kemudian masalah mudah atau tidaknya, maka mungkin kalau saya ada di posisi Anda mungkin saya juga akan berkata yang sama dengan Anda, ..sulit, susah, tapi agaknya anggapan kita tertolak dengan Al Quran yang Alloh sendiri kaatakan bahwa Alloh menghendaki kemudahan, dan bukan mengehndaki kesulitan, dan bahwa agama ini semuanya mudah sebagaimana dalam hadits shohih pun sudah kita maklumi bersama bukan…..
hanya saja, jangan sampai proses belajar ini dijadikan legitimasi untuk melanggar syariat, seperti jika saya mengatakan ….” saya masih belajar sholat nih, karena masih belajar dan masih baru maka sholat ini masih terasa berat bagi saya, apalagi sholat Isya yang empat rokaat, jadi daripada saya tinggalkan sholat Isya dan tidak saya kerjakan dan karena saya masih dalam tahap belajar, maka akan saya kerjakan sholat Isya dua rokaat saja……!!!”……….nah Anda jangan sampai seperti saya ya, jadilah yang lebih baik dari saya…..OK
Posted by yogi on March 6, 2009 at 1:40 am
setuju sama mbak tika,jangan asal kritik dan selalu mengkritik, harap maklum mbak,kita semua wajib saling mengingatkan,jadi kadang ada yang terlalu bersemangat. mungkin maksud mereka begini, yang sudah berjilbab meskipun belum sesuai AQ dan Hadits,ya tolong ditingkatkan. yang belum pake,ya dicoba pake dulu. ain’t that bad kok. jangan resah dulu. apalagi kalo orangnya sudah berjilbab tapi masih agak pendek/minim/sexy selama misalnya 5 tahun,kan harus lebih ditingkatkan. kecuali kalo memang menikmati lho…..
Posted by yogi on March 26, 2009 at 4:53 am
sayah setuju kok sama masnya. maksud sayah cuma ingin menyemangati mba tika. kadang2 orang tuh sudah tau ketentuan AQ dan Hadits,cuma menjalankannya agak sulit,apalagi lingkungannya sekuler,dalam tanda petik. mereka berusaha kan bagus,harus dibesarkan hatinya,diberi dukungan,supaya makin meningkat. kita nih belum ngomongin kendala saudara2 kita yang muallaf lho,yang asal keluarganya non muslim. sayah cuma ingin membesarkan hati mereka kok.
Posted by keherananku on March 27, 2009 at 5:59 am
betul. harus kita dukung orang-orang yang ingin melaksanakan syariat, kalau soal sudah tau tapi tidak mau atau masih merasa sulit dan berat mengerjakan, maka mungkin dalam hal ini saya lebih parah dan lebih bandel daripada Anda-anda sekalian, jadi saya sangat berharap Anda sekalian jauh dan jauh lebih baik daripada saya………