Orang yang berilmu dengan ilmu yang dimiliki, dipahami, diamalkan, maka orang seperti ini patut kita untuk iri kepadanya. Walapun dia tidak kaya Mas…? iya walaupun dia tidak kaya, dengan ilmunya harta sebanyak apapun bisa dia dapatkan. Lagipula ilmu itu jauh lebih berharga daripada harta, ilmu menjaga pemiliknya, harta harus dijaga oleh pemiliknya, ilmu semakin dibagi maka semakin bertambah, harta semakin dibagi semakin habis, ilmu adalah jalan keselamatan, harta adalah fitnah jalan kehancuran. Orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya maka ia cukup berbekal dunia dan akhirat, kehidupan dunia dan akhirat nya tak perlu dikhawatirkan lagi. Orang tidak berilmu maka kehidupan akan sempit dan dia akan binasa, coba Anda bayangkan dia tidak tau bagaimana caranya beribadah, maka saeumur hidup tak pernah beribadah justru bermaksiat karena kebodohannya…….memang pena tulisan amal diangkat dari orang yang bodoh, tapi itu adalah urusan akhirat nanti, sedangkan akibat buruk di dunia tetap akan dia dapatkan. Ambil misal, karena bodoh orang itu makan daging babi, padahal jelas daging babi haram hukumnya. karena kebodohannya (dia tidak tau hukumnnya) maka orang ini tidak berdosa memakan daging babi dengan sengaja, tapi ia tetap akan mendapatkan akibat jelek secara fisik yaitu masuknya cacing pita dan berbagai bibit penyakit yang lain yang sumbernya dari daging babi yang ia makan tadi…………Orang tidak berilmu tentu nya bodoh, akan menjadi lebih parah lagi kalau dia tetep dalam keadaan seperti itu alias tak mau berusaha, jadilah dia orang yang bodoh, bego, dan akhirnya dugu gak ketulungan, bahkan dia akan sesat dan menyesatkan lebih sesat dari keledai yang membawa banyak kitab di punggungnya, atau lebih sesat dari hewan ternak yang dapat digiring dengan mudahnya ke sana ke mari (cukup dengan ditali leher atau hidungnya) dan berakhir pada tempat penjagalan….!!! Alangkah malangnya nasib orang bodoh, bego, dan dungu…………
Sholat sebagaimana kita semua pahami adalah ibadah yang ringan dan mudah -walhamdulillah-, sehari semalam hanya diwajibkan sholat lima kali pada waktunya masing-masing yang telah ditentukan. Cara pelaksanaannya pun mudah, jelas, tak ada kesamaran. Sholat adalah amalan wajib yang sangat besar, ia adalah pemisah antara mukmin dan kafir, antar sesorang dengan kekufuran dan kesyirikan. Sholat adalah amalan pertama yang akan dihisab kelak pada hari kiamat, sholat dapat mencegah segala perbuatan keji dan munkar. Dalam sholat ada waktu-waktu dimana doa sangat mungkin akan terkabul, seperti saat sujud -saat dimana dikatakan seorang hamba paling dekat dengan Robbnya-, dan sesaat sebelum salam. Jika sholat dilakukan dengan berjamaah di masjid, maka setiap langkah kaki ke masjid akan meninggikan derajat dan meghapus kesalahan dan dosa, pahala yang didapatkan adal 27 kali lebih besar dari sholat sendirian….alangkah rahimnya Robb kita. Sungguh sanga disayangkan, betapa banyak orang sekarang ini yang mengaku seorang Muslim namun begitu meremehkan masalah yang sangat besar ini, bahkan tidak sedikit alias banyak sekali yang sudah tidak lagi mengerjakan sholat, atau yang lain lagi sholat hanya seminggu sekali pada hari Jumat (sholat jumat), atau setahun dua kali (sholat idul fitri dan idul adha), atau mungkin hanya setahun sekali (sholat idul fitri) itupun karena segan dengan tetangga yang semua keluar ke lapangan untuk menunaikan sholat idul fitri, bahkan mungkin Anda tidak akan kesulitan menemukan orang yang sama sekali tidak sholat, totalitas meninggalkan sholat tanpa rasa malu dan bersalah sedikitpun. Aduhai alangkah besar nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita semua dan amat sangat sedikit sekali kita bersyukur justru kufur lah yang kita kerjakan.
Orang yang kaya raya tapi tidak sholat, maka hartanya tak akan memberi manfaat apapun baginya di akhirat nanti. Tapi di dunia kan dia kaya raya Mas, apapun bisa diperoleh, apapun Mas………! Tidak juga, memang harta banyak, tapi tahukah Anda bahwa Anda sedang berhadapan dengan Dzat yang menguasai langit dan bumi, siang dan malam dan seluruh alam semesta, taruhlah orang itu kaya raya punya segalanya, kemudian Alloh menimpakan kepadanya penyakit gula (diabetes) sehingga menu makanannya sangat diatur, tak boleh ini tak boleh itu, belum lagi kalau terkena kolsterol. jantung, dan seabrek penyakit lainnya, duwit banyak tapi bahkan makan nasi pun tidak bisa karena memang dilarang sama dokter, minum jus pun tak bisa takut kadar gula nya naik, walhasil dia hanya bisa makan suplemen khusus dan minum air putih di tengah melimpah ruahnya hartanya. Tapi kan dia tetep punya status orang kaya dan dihormati orang mas…..? Benar, tapi penghargaan dari manusia apalah artinya, betapa banyak kawan pada saat kaya, berpangkat dan betapa sedikit teman di saat miskin dan jatuh………..? Ok kalau Anda masih tetepa kekeuh, ketahuilah jika nanti seoarang itu mati -dan kita semua pasti akan mati- maka tak ada diantara hartanya yang dibawa dan setia menemaninya ke alam kubur, semuanya akan tinggal di dunia rusak dan binasa oleh waktu. Apa yang dapat menemani hanya amal shalih, doa anak shalih, dan ilmu yang bermanfaat (tu kan lagi-lagi ilmu). Tapi tetep aja Mas dia dapat prestis karena kaya, dihormati orang, punya harta banyak -walaupun mungkin tidak bisa menikmati-, pokoknya tetep enak deh mas lha wong punya banyak duit, punya segalanya. Walapun dia tidak sholat……? Iya dong Mas, kan sholat urusan akhriat, yang penting tetep kaya dan punya segalanya……?bukannya harta itu hanya akan dinikmati nya sementara saja….? Iya bener Mas tapi tetep aja sementara itu lama juga…..? Berarti lama juga dong hepatitisnya, kolesterolnya, jantung nya dan seabrek nya-nya yang lain….? Iya Mas saya ngerti, tapi kan dapat juga prestis, dihormati orang, banyak temen -walaupun semu-, dan strata sosial yang tinggi di masyarakat, tetepa aja Mas hartanya dan kemewahan nya banyak dan menikmati dengan nyamannya, rumah mewah, mobil banyak, duwit banyak, dan lain-lain banyak sekali….!
Ok, Ok Anda bener -dasar tukang paksa bin raja ngeyel- bener walaupun orang itu gak sholat, hartanya yang banyak masih bisa dinikmati, duwitnya yang banyak masih bisa dibelanjakan, temennya yang banyak bisa buat curhat, bawahannya yang banyak bisa disuruh, status sosial tinggi bisa buat bangga-banggaan, tapi bagaimana kalau orang itu miskin alias tidak punya apa-apa…..? Bagaimana kalau orang itu sudah gak sholat, bodoh, bego, dungu, miskin lagi……?……… hayo……….?!

Posted by reallytired on March 18, 2008 at 8:59 am
emang susah jadi orang miskin ya, ampe gak sholat pun ketauan, tapi kaya kan ujian, bagaimanapun keadaan kita, utamakan sholat. insya’Allah kita akan jadi khalifah di akhirat. ya ngga’… ibarat pepatah… bermiskin didunia, berkaya di akhirat… hehehe mekso